. Heboh tentang Kotoran Kucing, ternyata....... | Pusat Informasi, Kesehatan, Budaya dan Berita Terpercaya

.

loading...

Heboh tentang Kotoran Kucing, ternyata.......

loading...
ust Adi Hidayat
.Saya belum menemukan ulama yang menyebutkan bahwa kotoran kucing suci. Hadits2 yg membahas masalah kucing tdk menyebutkan kotorannya yang suci, melainkan air liurnya.
tengah
Hadits yang disampaikan oleh ustadz tersebut benar. Namun cara memahaminya keliru alias SALAH. Kekeliruan tersebut bermula dari dua hal:
PERTAMA=> Hadits tersebut tdk dibaca dengan menggunakan ilmu hadits. Dalam memahami hadits, selain melihat bahasa teks hadits, jg harus melihat asbabul wurudnya.
Hadits kucing yang marak diperbincangkan tersebut setidaknya ada di kitab Sunan Abu Dawud no. 75, di Sunan An-Nasa’i no. 68, dan di Sunan Tirmidzi no. 92. Yang semuanya merujuk pada sahabat Qotadah.
Bermula ketika Qotadah bekunjung ke rumah anaknya. Ketika berwudhu, menantunya keheranan. Karena air yg digunakan adl bekas minum kucing.
Qotadah berkata, “Apa yg membuatmu heran? Saya pernah mendengar Rasullullah bersabda: “Sesungguhnya kucing itu tidak najis. Karena ia adalah hewan yg selalu bersama dengan kita"
Hadits tersebut merujuk pada air liur kucing, bukan pada kotorannya. Hal ini dijelaskan pd hadits Abu Dawud no. 76. Diriwayatkan dr Aisyah ra. Kata Ummul Mukminin ‘Aisyah:
.
“Saya pernah melihat Rasulullah berwudhu dengan air yg pernah dijilat oleh kucing”
Hadits tersebut berbica ttg AIR LIUR KUCING bukan kotoran kucing. Sekaligus membedakan antara air liur kucing dgn air liur anjing.
KEDUA=> Sumber referensi yg keliru. Ustadz tersebut membaca cetakan buku yg tdk sesuai dengan manuskrip aslinya.
Di dalam manuskrip asli kitab Al-Ikhtiyaraat halaman 26 disebutkan bahwa:
وقول الاصحاب الهرة وما دونها من الخلقة
.
“Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah berkata, “Air liur kucing & binatang yang lebih kecil dari itu, hukumnya adl suci”
Bencana bermula ketika manuskrip tersebut disalin ulang tanpa merujuk tulisan aslinya. Sehingga kata “Qoul” (perkataan) berubah menjadi kata “Baul” (kencing). Dan hilangnya kata “Ashab”
Jadilah ia sbb:
وبول الهرة وما دونها من الخلقة طاهر
.
“Kencing kucing & binatang yg lebih kecil dr itu, hukumnya suci”
Padahal dlm keteranngannya dgn jelas yg dimaksud adalah AIR LIUR, BUKAN KENCINGNYA. Oleh karenanya ia masuk dlm bahasan "sisa jilatan kucing".

Bawah

Related Posts :

0 Response to "Heboh tentang Kotoran Kucing, ternyata......."

Posting Komentar

loading...